PERJUANGAN MASUK ETOS
Ada banyakhalyang kupelajari dari perjuanganku untuk bias masuk etos,alah satunya adalah usahayang istiqomah ditambah sedikit kesabaran akan membuahkan hasil yang dahsyat,bahkan diluar perkiraan kita.
Tahun lalu kusebet sebagai tahun kegagalanku, karenasaat itu akutidakbisa memperjuangkan apa yang aku cita – citakan.Tahun itu sebenarnya aku udah berusaha untuk bisa kuliah, namun karena alasan biaya orangtuaku tidak mengizinkan. Pun ketika aku mengusahakan untuk mendapatkan beasiswa – beasiswa yang waktu itu banyak ditawarkan di sekolah, beliau berdua tetap tak bergeming.
Sempat aku mencoba untuk memaksakan kehendak, tetapi orang tuaku malah jatuh sakit karenanya. Akhirnya aku putuskan untuk mengalah, tetapi aku bertekad untuk bisa kuliah tahun depan.
Tahun berikutnya akupun mati – matian merealisasikan cita – citaku ntuk kuliah. Meskipun selama setahun masa vacumku itu kuisi dengan mengajar les, namun tetp saja aku tidak mempunyai tabungan. Uang yang kuperoleh habis untuk menutupi kebutuhan keluarga.
Beastudi etospun kuikuti. Meskipun kondisi keuanganku saat itu sedang sulit, karena aku sedang off dari mengajar namun Alhamdulillah ada saja rezeki yang datang baik dari saudara maupun dari hasil bantu – bantuku di posyandu. Uanng tersebut kugunakan untuk prunt out formulir, foto copy berkas, dll untukmendaftar etos.
Tanpa disangka aku berhasil lolos hingga tahap home visit. Syukur tak terperi terus – menerus kupanjatkan. Rezeki besar itu membuatku semakin giat belajar supaya lolos snmptn, walaupun belum pasti juga aku lolos hingga tahap akhir. Dan Alhamdulillah, lagi – lagi Allah mengabulkan doaku. Aku berhasil tembus teknik perkapalan UI.
Ceritanya tidak berhenti sampai di situ, aku menemui hambatan finansial ketika hendak registrasi. Meskipun di UI ada BOP berkeadilan, tetap saja minimal mahasiswa harus membayar Rp 700.000 dan saat itu orang tuaku sedang tidak mempunyai uang sama sekali sehingga mereka harus cari pinjaman sana – sini. Begitu juga untuk ongkos pulang pergi Bekasi – Depok mereka terpaksa pinjam ke salah seorang kerabat kami.
Namun sungguh di luar dugaan, salah seorang etoser meneleponku dan mengatakan bahwa aku mendapatkan beastudi etos. Sebelumnya, aku pesimis karena aku mengira jurusan teknik perkapalan UI tidak termasuk jurusan yang direkomendasikan oleh etos. Tetapi, lagi – lagi Allah menolongku. Disaat aku dan orang tuaku bingung akan biaya kuliahku, Dia memberikan jawaban dengan diterimanya aku di program beastudi etos. Sungguh benar janjiNya dalam Al – Quran yang berbunyi “ Inna ma’al ‘usri yusraa fa inna ma’al ‘usri yusraa…”