Hidup adalah perjuangan. Begitulah yang sering kali kita dengar. Banyak warna-warni kehidupan yang kita lalui. Masa-masa senang, bahagia, sedih, dan susah. Semua itulah yang membuat hidup kita semakin lebih indah dan bermakna. Begitupun dengan awal perjuangan ku demi menggapai cita-cita, melanjutkan studi, dan menjadi etoser.
Dulu,,, aku adalah orang yang tak pernah berpikir sama sekali untuk bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Aku merasa sudah sangat bersyukur dapat merasakan indahnya masa-masa SMA saat itu. Dan beruntungnya,, aku mengurungkan niat ku saat itu untuk keluar SMA. Masa belajar ku di SMA…biasa saja !! Tak pernah ada hasrat untuk menjadi seorang mahasiswa. Aku lihat teman-teman ku begitu antusias mempersiapkan dirinya dari awal masuk SMA untuk menyongsong masa depannya menjadi seorang sarjana. Tetapi diriku….ah,,,kuliah itu MusTahiL. Aku tak ingin terus membebani orang tuaku dengan biaya pendidikan yang mahal. Tetapi…ALLAH mempertemukan aku pada awal kehidupan ku di kelas XII SMA dengan seorang motivator terbesar hidup ku,,,yaitu…SAHABAT. Mereka yang selalu menyemangatiku, menasehatiku dalam kebaikan, menyadarkan aku akan kehidupan, dan kehadirannya bisa membawa aku lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa,,,ALLAH SWT. Aneh rasanya…orang tua ku pun tak pernah tahu tentang dunia pendidikan ku, melihat nilai-nilai ku pun … jarang. Hanya sebatas menandatangani buku raport. Kalaupun orang tua ku melihat nilai-nilai ku, mereka kebingungan melihatnya…apa itu nilai kognitif, psikomotorik, dan afektif. Yah… aku sadar, orang tua ku bukan orang yang benar-benar berpendidikan. Tetapi, aku sangat menyayanginya lebih dari apapun. Aku benar-benar sangat ingin melihat kedua orang tua ku tersenyum dan bangga mempunyai anak seperti aku.
Sungguh aku sangat bersyukur…Ternyata ALLAH mempertemukan aku dengan orang-orang yang peduli akan diriku dan mau memahami kesulitan ku.